Rabu, 11 Februari 2015

Memulai bisnis dengan memulai buka usaha sendiri

Harapan sukses dan bayang-bayang gagal

Semua orang menginginkan sukses dalam berbisnis, kalau bisa dalam waktu singkat, tapi seberapa cepat?
Tidak ada patokan pasti, berapa waktu yang di perlukan dalam menjalankan bisnis atau usaha kita untuk sampai pada tahap kesuksesan, tiga tahun mungkin adalah waktu yang dianggap cukup untuk sebagian orang namun tidak bagi sebagian yang lain, 

Mungkin hal tersebut disebabkan oleh perbedaan pada setiap orang dalam menentukan target yang akan di capai selain itu kesuksesan dalam berbisnis atau usaha sendiri sangat relative tergantung siapa yang menilai, sebagian orang mengatakan bahwa bisnis anda sudah sukses namun anda merasakan bahwa anda belum mencapai kesuksesan tersebut karena anda merasa belum mencapai target yang anda harapkan.

Demikian juga hal nya dengan gagal, tidak ada batasan pasti, berapakah waktu yang wajar sebelum sampai saatnya kita telah gagal? Apakah satu tahun? Atau mungkin tiga tahun?

Bisnis membutuhkan waktu, waktu memberikan anda pengalaman dan pembelajaran. 

Belajar secara fisik kadang memerlukan waktu lebih lama dari belajar secara mental. Awalnya, mungkin akan susah untuk kita mempersiapkan diri kita untuk memutuskan memulai bisnis, sekali kita sudah memutuskan, butuh waktu lebih lama lagi untuk belajar menjalankan bisnis itu sendiri.



Tujuan jangka panjang adalah menjadi pelaku bisnis
Dalam memulai suatu bisnis, kita harus memastikan dulu bahwa tujuan jangka panjang kita adalah untuk menjadi seorang pelaku bisnis, perolehan uang banyak dalam waktu singkat tidak bisa dijadikan tujuan awal dalam memulai suatu bisnis, mengapa?

Ada seorang teman saya yang berhenti bekerja kantoran dan memulai bisnis dengan memulai buka usaha sendiri. Dia ingin sekali menjadi seorang pemilik bisnis, dia tidak mau selamanya menjadi karyawan yang tergantung sepenuhnya pada perusahaan tempat dia bekerja. Dia ingin dapat memiliki uang banyak sekaligus waktu luang untuk menikmati uang tersebut.

Baru setelah 6 bulan mencoba menjalankan bisnis, teman saya itu tidak mendapatkan pendapatan seperti yang dia inginkan. Lalu dia mulai mencari lowongan kerja kantoran lagi.

Apa yang salah? Teman saya itu berpatokan pada uang yang didapat. Dia tidak mendapat uang yang dia harapkan dalam waktu 6 bulan, lalu dia memutuskan bahwa dia telah gagal berbisnis. Sikap ini tidak bisa disamakan dengan mereka yang mempunyai tujuan jangka panjang untuk menjadi pelaku bisnis.

Jika seseorang sudah memutuskan untuk tidak mau selamanya menjadi karyawan dan sudah mengerti bahwa itu berarti dia harus memulai suatu bisnis sendiri, uang yang dia hasilkan dalam 6 bulan pertama itu tidak akan mempengaruhi dia untuk lalu memutuskan kembali bekerja kantoran.

Jika keinginan untuk menjadi pelaku bisnis lebih kuat dari sekedar mencari uang cepat, maka dia akan tetap bertahan demi membawa bisnis nya kearah kesuksesan.

Makin banyak usia kita, makin sulit kita melupakan hal-hal yang telah kita pelajari sekian lama. Inilah sebabnya teman saya tadi itu lebih memilih untuk kembali bekerja kantoran. Karena dia sudah lama merasakan terjaminnya hidup dengan bekerja kantoran, dan kenyamanan hidup yang diakibatkannya. Sementara dia baru memiliki 6 bulan pengalaman dalam berbisnis. Inilah salah satu alasan kenapa banyak orang akhirnya kembali ke dunia kantor, walaupun mereka tahu, itu tidak baik untuk mereka dalam jangka panjang.


Berkorban waktu, pikiran dan tenaga

Beruntunglah mereka yang saat ini masih menjadi pekerja kantoran, tetapi sudah terbuka pikirannya untuk memulai suatu bisnis. Mereka dapat mengandalkan uang gaji bulanan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara mereka merintis bisnis mereka. Pada masa-masa ini, pengorbanan waktu pikiran dan tenaga yang sangat diperlukan. Pulang kerja, masih harus menjalankan bisnis lagi. Capek memang, tapi bukankah ini jalan yang terbaik?

Tetap bekerja kantoran sambil mulai merintis bisnis adalah cara yang terbaik, hanya bila si pelaku menyadari benar bahwa tujuan utama adalah untuk membesarkan bisnisnya. Sehingga, apapun yang terjadi, dia tidak akan meninggalkan bisnis dan berpasrah diri untuk terus menjadi karyawan seumur hidupnya.

Dalam prosesnya, lalu anda perlu untuk dapat melupakan kenyamanan dan keterjaminan kerja kantoran. Sehingga pikiran anda makin terbuka lebar untuk menerima masuknya diri anda ke dunia bisnis. Sampai pada saatnya, setelah proses yang demikian panjang, anda akan mendapatkan diri anda telah berada pada posisi seseorang yang memiliki jiwa wirausaha.

Yang berharga adalah prosesnya

Hal penting yang harus kita ketahui adalah bahwa dalam proses mencari jiwa wirausaha itu akan terjadi banyak kerugian dan kesalahan didalamnya. Kerugian bukanlah akhir dari segalanya. Kesalahan adalah proses dari suatu pembelajaran. Anda belajar dari kerugian, dari kesalahan yang anda buat. Ini juga bisa diartikan: Anda tidak belajar jika tidak pernah merugi / buat salah.

Kegagalan baru benar-benar bisa disebut kegagalan ketika anda memutuskan untuk berhenti setelah anda menghadapi kerugian anda atau telah melakukan kesalahan dan tidak memperbaikinya. Orang yang berhenti setelah melakukan kesalahan pertama berarti orang tersebut telah gagal untuk belajar.

Kesimpulan dari tulisan di atas adalah satu alasan utama mengapa orang gagal dalam Memulai bisnis dengan memulai buka usaha sendiri. Mereka lebih menginginkan untuk memiliki uang banyak dalam waktu cepat daripada menginginkan dirinya untuk menjadi seorang pelaku bisnis.

salam sukses:
Info Peluang Usaha Bisnis Tiket Pesawat Online
tampat resmi mendaftar menjadi agen penjualan tiket pesawat